My Careless Boyfriend [One-Shot]

made by me 3

Title: My Careless Boyfriend

Author: Dillajung

Genre: Romance

Rating: PG 13

Length: One-Shot

Cast: F(x) Sulli & EXO-K Kai

 

***

 

“lihat, boneka ini bagus bukan? Jongin-ah, lihat ini dulu!” Sulli menunjukkan sebuah boneka beruang dengan bantalan merah hati ditengahnya kepada kekasihnya Kim Jongin yang tampak sibuk dengan ponselnya. Ia seperti tidak terlalu memerhatikan bahwa sedari tadi Sulli sibuk memperlihatkan berbagai macam boneka padanya. Sulli memekik gemas melihat betapa cueknya namja yang sudah hampir 5 bulan ini menjadi kekasihnya itu. “ya! Bisakah kau melihatku sebentar saja? Kim Jongin!”

Jongin atau yang biasa dipanggil Kai itu segera menengadahkan kepalanya tenang, ia sama sekali tidak terlihat merasa bersalah sedikitpun.

“wae? Kau mau boneka itu? Ayo ke kasir,” kata Kai dengan santainya seraya meninggalkan Sulli yang masih terdiam menahan gunung api yang akan segera meledak diatas kepalanya. Kai menoleh lagi begitu ia menyadari bahwa Sulli tidak mengikuti langkahnya. Sulli berharap Kai akan menyadari bahwa ia sedang kesal sekarang. Acara kencan yang telah ia idamkan sejak jauh hari sirna sudah melihat ketidak-pedulian Kai. “tenanglah, kau pilih saja boneka apa yang kau mau, nanti aku yang bayar,”

“bukan masalah itu!” Sulli berlari cepat mendekati Kai yang langsung memasang ekspresi polos seperti anak kucing. Akhir-akhir ini ia memang sering melihat Sulli uring-uringan sendiri. Setiap ia tanya kenapa yeoja itu pasti akan menjawab dengan nada ketus dan galak, malah tidak jarang dengan nada marah.

“lalu apa?” tanya Kai tenang berusaha memadamkan kobaran api kemarahan dimata gadis yang sangat ia cintai itu. “jangan memasang ekspresi seperti itu, kau jadi terlihat lebih cantik nanti… mau menggodaku ya?”

“siapa yang mau menggodamu? Dasar menyebalkan!” Sulli melempar boneka beruang itu kearah Kai dan namja itu dengan sigap menangkapnya sambil terkekeh. Ia senang membuat Sulli marah, karena baginya Sulli jadi terlihat lebih cantik dan lucu.

”ya Choi Jinri, jangan marah… aku kan hanya bercanda, sekarang kau pilih boneka mana yang kau mau… biar aku yang… whoa!”

Sulli melemparkan sejumlah boneka-boneka berukuran medium kearah Kai hingga namja itu tidak mampu menampung benda-benda lucu itu di kedua tangannya. Setelah itu Sulli tersenyum puas dan meninggalkan toko tanpa ada keinginan untuk membantu Kai yang sedang kerepotan memunguti boneka-boneka itu dengan susah payah.

“ya, Choi Jinri, bantu aku sedikit,” panggil Kai dengan panik. Beberapa orang menatapnya sambil berusaha menahan tawa. Sulli pun tidak repot-repot menolehkan kepalanya untuk melihat pacar tersayangnya yang tangannya penuh dengan boneka. “ya Choi Jinri! Bantu aku! Tanganku tidak cukup untuk menampung ini semua,”

“belikan itu semua untukku!” balas Sulli setengah berteriak tanpa peduli pada semua orang mulai menertawai Kai. Bahkan para penjualnya pun ikut tertawa.

“astaga gadis itu…” Kai menarik nafas dalam-dalam seraya menggeleng-gelengkan kepalanya penuh arti.

 

***

 

Sulli dan Kai mungkin merupakan pasangan yang sangat fenomenal di sekolah. Keduanya sama-sama berwajah sempurna, sama-sama berasal dari keluarga berada dan cukup harmonis, dan juga sama-sama memiliki banyak prestasi. Awalnya keduanya tidak terlalu dekat. Karena sifat mereka amat sangat berbeda, Sulli yang berisik, ramai dan ceplas-ceplos malah cenderung kekanak-kanakan sementara Kai lebih tenang dan sangat dewasa. Sifat mereka memang berbeda 180 derajat dan hal itu juga yang membuat semuan murid sekaligus guru di sekolah bingung kenapa mereka bisa bersatu.

Hubungan mereka sudah masuk bulan ke 5 memang belum terlalu lama tapi Sulli mulai merasakan bahwa Kai ini sangat cuek. Ia sama sekali tidak pernah menunjukkan emosi apapun seperti kecemburuan, keromantisan dan lain-lain. Kai sama sekali tidak romantis, ia tidak pernah repot-repot mengirim pesan bernada manis seperti ucapan selamat tidur dan segalanya. Sulli sangat iri pada sahabatnya Suzy yang setiap malamnya selalu dikirimi pesan manis dari kekasihnya, Chanyeol.

Sulli juga iri pada Krystal yang selalu diberi banyak kejutan oleh kekasihnya Sehun, juga iri pada Jiyoung yang setiap hari selalu dibuat tertawa oleh kekasihnya Baekhyun. Kai sama sekali tidak pernah mengiriminya pesan manis setiap malam, tidak pernah memberikannya kejutan-kejutan yang menyenangkan dan jarang bisa membuatnya tertawa. Jadi pada intinya Kai adalah namja yang sangat pasif. Dan Sulli tidak suka itu.

Matanya menangkap pemandangan Naeun dan Myungsoo yang sedang mengobrol di koridor sekolah, mereka pasangan yang sangat serasi. Andai saja Kai bisa membuatnya tertawa terbahak-bahak seperti yang sekarang sedang dilakukan oleh Myungsoo pada Naeun. Sulli cemberut.

“kenapa mukamu cemberut seperti itu Choi Jinri?” tiba-tiba Krystal muncul disebelahnya bersama beberapa temannya yang lain seperti Suzy, Jiyoung, Ahreum, Hyeri dan lain-lain. Mereka tampak prihatin melihat wajah Sulli yang sedari tadi ditekuk.

“tidak apa-apa,” jawab Sulli datar.

“biar kutebak!” kata Jiyoung ceria. “apakah ini tentang Kim Jongin? Kalian bertengkar lagi?”

“ani,” Sulli menggelengkan kepalanya malas. “dia memang menyebalkan tapi kami jarang bertengkar,”

“lalu kenapa?”

Sulli menghela nafas. “aku lelah…”

“lelah kenapa? Kau sudah bosan berpacaran dengan Kai? Kupikir kalian adalah pasangan aneh yang cukup fenomenal, tidak pernah kulihat kalian bertengkar sekalipun, berbeda dengan aku dan Chanyeol,” kata Suzy sambil terkekeh.

“ani aku tidak bosan padanya, aku hanya merasa tidak dianggap ada olehnya, ia terlalu cuek dan aku tidak suka,”

“jadi kau ingin Kai menunjukkan sikap pehatiannya seperti itu?” tanya Krystal sambil tertawa. “Sulli-ah kurasa hal itu sudah cukup jelas, Kai mencintaimu dan ia tidak perlu membuktikannya bukan? Kau sendiri tahu ia begitu mencintaimu,”

“entahlah, aku masih merasa belum yakin,” Sulli menghela nafas pasrah. “aku hanya ingin ia mengatakan bahwa ia mencintaiku, selama kami berpacaran akulah yang selalu pertama kali mengatakan’aku mencintaimu’ dan aku merasa aneh karena ia hanya membalas ‘aku juga mencintaimu’, padahal aku berharap ia akan mengatakannya duluan,”

“Sulli-ah jangan seperti itu, kadang ada rasa cinta yang bisa diungkapkan dengan kata-kata ada juga yang dengan sikap, kupikir Kai menunjukkannya lewat sikap bukan kata-kata,” kata Ahreum menenangkan.

“sikapnya pun cuek dan seakan tidak menganggapku ada,” bantah Sulli.

“apakah separah itu?” tanya Jiyoung.

“ne,” Sulli cemberut lagi. Lalu tiba-tiba matanya menangkap sesosok namja yang sedang sibuk membawa sebuah buku novel tebal didekat koridor. Namja itu bernama Ray Kim. Sulli dengar dari beberapa teman sekolahnya bahwa Ray sudah lama menyukainya namun memutuskan untuk mundur karena Sulli telah memiliki Kai. “itu Ray Kim kan?”

Semua temannya menoleh kearah objek yang sedari tadi diperhatikan oleh Sulli. Sudah pasti mereka kenal dengan Ray Kim, salah satu pangeran sekolah yang sempat dihebohkan sebagai saingan Kai dalam ekskul basket. Mereka semua juga tahu bahwa Ray menyimpan perasaan suka pada Sulli. Krystal, Jiyoung dan lainnya langsung menangkap apa maksud Sulli menanyakan hal ini.

“apa yang akan kau lakukan Sulli-ah? Jangan bilang kau akan menggunakan Ray Kim untuk membuat Kai cemburu,” tukas Jiyoung kentara sekali tidak suka sekaligus khawatir. Kai mungkin memang tipe namja yang pendiam dan tenang, namun orang seperti itu kalau sudah marah pasti akan sangat menakutkan. Sulli tentu belum pernah melihat seperti apa Kai saat marah. Karena namja itu jarang sekali menunjukkan emosinya.

“a… ani…” Sulli buru-buru menggeleng gugup. Bagaiman Jiyoung bisa mengetahui niatnya itu? Gadis itu memang memiliki perasaan yang tajam.

“jangan pernah kau mencoba untuk melakukan hal itu,” kata Krystal tegas. “kau sendiri bilang Kai tidak pernah menunjukkan emosinya, tapi kau tidak tahu bagaimana dia saat marah, sebaiknya jangan sampai menjadi penyesalan nanti Choi Jinri,”

“kenapa kalian menuduhku seperti itu? Aku tidak akan mungkin melakukan hal bodoh seperti itu,” Sulli cemberut sebal. Mungkin memang sebaiknya ia tidak melakukan hal itu karena kemungkinan buruk bisa saja terjadi kapanpun.

Namun hatinya tetap tergelitik untuk melihat Kai menunjukkan sedikit emosinya. Sulli ingin sekali melihat Kai cemburu. Karena baginya, cemburu Kai adalah bukti bahwa namja itu mencintainya.

 

***

 

Sulli benar-benar melakukan rencananya, ia mendekati Ray Kim dan mengabaikan Kai selama hampir satu minggu. Sulli dengan sengaja duduk berdekatan, mengobrol dan hal-hal lain yang mampu Kai melongo keheranan. Gadis itu sangat senang begitu melihat Kai yang hanya bisa terdiam melihat tingkahnya pada Ray. Ekspresi pemuda itu tetap tenang, tidak terlihat sedikitpun rasa cemburu ataupun kesal tersirat diwajahnya. Menyadari bahwa Kai tidak mengeluarkan ekspresi apa-apa Sulli pun memutuskan untuk menyerah.

Suatu hari ia menemukan Kai yang sedang sibuk bermain bola sendirian di halaman sekolah, saat itu memang sudah jam pulang sekolah. Namun Kai memang biasa tinggal dulu disekolah sekedar untuk bermain bola atau mengerjakan tugas di perpustakaan. Sulli pun mendekatinya dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa selama seminggu kemarin.

“hei,” panggil Sulli dengan gaya riangnya yang biasa.

Biasanya Kai akan tersenyum begitu melihat Sulli yang menyapanya seperti itu. Tapi sekarang, Kai hanya menatapnya dengan ekspresi datar dan tetap melakukan free style pada bolanya. Sulli merasakan ada sedikit keanehan melihat sikap dingin Kai yang tidak seperti biasanya itu.

“kenapa kau tidak menjawabku?” tanya Sulli kesal. Kai masih mendiamkannya dan tetap memainkan bolanya. “ya Kim Jongin!”

“kenapa aku harus menjawabmu?” balas Kai tajam membuat Sulli terdiam seketika. Suara Kai begitu dalam dan terdengar agak marah. Namja itu mengangkat kepalanya untuk menatap kekasih yang amat sangat dicintainya itu.” Setelah apa yang kau lakukan bersama Ray Kim didepanku,”

Sulli tersentak kaget. Kai melanjutkan kata-katanya.

“aku memang seperti ini Choi Jinri,” Kai menghela nafas gelisah. Suaranya melunak. “aku memang tidak bisa seperti namja lain yang kau idamkan, aku tidak bisa bersikap manis dan membahagiakanmu dengan kata-kata, maaf karena aku tidak bisa menjadi apa yang seperti kau inginkan Jinri-ya, tapi kau harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu, tulus dari dalam hatiku,”

Sulli bisa merasakan jantungnya berdebar mendengar semua kata-kata yang dikeluarkan Kai. Kata-kata yang mungkin sudah Kai simpan sejak sebelum mereka berpacaran.

“tapi sepertinya kau memang tidak bisa menerimaku apa adanya, kau mungkin bisa mencari namja lain yang lebih baik dari aku, yang bisa memberimu perhatian lebih dan tidak pasif sepertiku,” Kai memegang bolanya lalu kemudian berjalan mendekati Sulli yang masih mematung. “kita selesai saja sampai disini… kau akan mendapatkan namja yang lebih baik dariku, aku percaya itu,”

Kai mengecup dahi Sulli lembut lalu pergi meninggalkannya. Sulli sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa, ia terlalu kaget dengan keputusan ini. Kai memutuskannya. Ia baru saja mengakhiri hubungan mereka. Perlahan setetes air mata jatuh mengaliri pipinya yang halus. Sulli menyadari kebodohannya, ia telah berbuat suatu hal yang bodoh.

Ia menyia-nyiakan ketulusan cinta Kai, ia telah menyia-nyiakan segalanya.

 

***

 

Sudah hampir seminggu Kai dan Sulli tidak bertegur sapa, berita bahwa mereka sudah putus segera manjadi topik panas di sekolah mereka. Setiap mereka berpapasan di koridor keduanya pasti saling membuang muka. Sulli sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menyendiri, ia bahkan tidak mengizinkan para sahabatnya mendekatinya untuk menghibur dan lain-lain. Yang ia butuhkan sekarang adalah menyendiri dan memikirkan kesalahan fatalnya yang telah membuatnya kehilangan Kai. Ia seharusnya menuruti peringatan Jiyoung dan Krystal. Ia tak seharusnya menggunakan Ray Kim untuk membuat Kai membuktikan cintanya.

Sulli pun menangis setiap waktu, menangisi segala kebodohannya hingga akhirnya Krystal, Jiyoung, Suzy dan yang lainnya memutuskan untuk berbicara dengannya meskipun mereka beresiko akan diusir oleh Sulli.

“berhentilah menangis dan menyesali kebodohanmu Choi Jinri,” ujar Krystal gemas. “kalau kau memang mencintai Kai, kau seharusnya tidak membiarkannya pergi darimu, seharusnya kau menjelaskan apa yang kau rasakan juga,”

“sudah tidak ada gunanya lagi, ia sudah meninggalkanku Soojung,” isak Sulli.

“apa menurutmu ia bisa meninggalkanmu semudah itu? Aku tahu Kai begitu mencintaimu, ia memutuskan pergi karena ia merasa telah gagal membahagiakanmu, ia merasa mungkin Ray lebih baik darinya, Kai sering bercerita pada Sehun bahwa ia sama sekali tidak pantas menjadi pacarmu karena ia tidak bisa menjadi pemuda romantis seperti yang kau impikan,” kata Krystal dengan suaranya yang mulai melunak. “kau seharusnya paham akan hal itu,”

“Sulli-ah, kau perlu tahu, tidak semua cinta bisa diungkapkan dengan keromantisan, apakah kau ingin Kai menjadi pria romantis namun di setiap keromantisannya itu ia sama sekali tidak tulus?” Suzy tersenyum. “bicaralah lagi padanya,”

“tidak aku tidak bisa melakukannya, setelah apa yang telah ku perbuat padanya aku sama sekali tidak bisa berbicara dengannya lagi,” jawab Sulli sedih. Perlahan ia berdiri dan meninggalkan teman-temannya yang hanya bisa menghela nafas bingung.

 

***

 

Kai terduduk lesu di kantin sekolah bersama ketiga sahabat dekatnya, Sehun, Baekhyun dan Chanyeol. ketiganya sudah lama memerhatikan bahwa semenjak putus dari Sulli Kai terlihat agak berubah. Konsentrasinya mudah pecah dan ia selalu terlihat lesu. Mereka saling pandang dengan ekspresi prihatin.

“kalau kau masih mencintainya bicarakanlah baik-baik,” kata Chanyeol pelan membuat Kai segera memejamkan matanya. “memang tidak mudah, aku mengerti perasaanmu, tapi caramu memutuskan Sulli secara tiba-tiba itu agak keterlaluan,”

“ia bisa mencari namja yang lebih baik dariku,” jawab Kai pelan.

“dan kau pikir itu mudah?” kali ini Baekhyun buka suara. “coba pikirkan, berapa banyak waktu yang kau perlukan untuk mendapatkan Sulli, kau mengejarnya dengan susah payah dan sekarang kau meninggalkannya begitu saja, terlepas dari kesalahannya yang sedikit berselingkuh dengan Ray, ia tahu bahwa ia sangat mencintaimu, ia melakukan itu hanya untuk mendapatkan bukti cinta darimu,”

“aku tidak bisa membuktikan cintaku dengan baik,” jawab Kai lagi dengan nada penuh rasa bersalah. “aku memang sangat mencintainya, lebih dari apapun, tapi itu tidak akan berguna jika aku tidak bisa membahagiakannya,”

“dengar Jongin, lihat aku sebentar” Sehun meletakkan majalah bola yang sedari tadi ia pegang diatas meja. Kai menatapnya nanar. “kalau kau memang mencintainya, cintai dia dengan caramu sendiri, ungkapkan perlahan-lahan bukan dengan kata-kata, tapi dengan sikap, buat dia mengerti bahwa seperti itulah caramu mencintainya, aku yakin ia akan mengerti dan ia akan merasa bahagia memilikimu,”

“lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Kai putus asa.

“bicaralah dengannya, dapatkan ending kalian sendiri, jangan menggantung seperti ini,” Sehun tersenyum.

 

***

 

Sulli masih berada di ruang kelas, hari ini ia benar-benar merasa pikirannya terpecah hingga ia harus mendapatkan hukuman membersihkan kelas karena menghilang selama 2 jam pelajaran matematika. Ia menghabiskan waktu selama 2 jam menangis di ruang kesehatan. Ia benar-benar sangat menyesali semua perbuatan yang ia lakukan pada Kai, ia baru menyadari betapa Kai merupakan namja yang sangat berharga untuknya. Namja yang tulus mencintainya dengan sikap bukan dengan kata-kata belaka.

Sulli mengelap keringatnya dan menghela nafas lega karena ruang kelas telah ia pel bersih-bersih. Perlahan senyumnya mengembang lalu kemudian membuka pintu kelas. Ia tersentak kaget begitu melihat Kai telah berdiri disana, jarak mereka terlalu dekat, hingga Sulli bisa mencium bau parfum pria yang ia cintai itu. Bau parfum yang lembut dan sangat khas Kim Jongin.

“permisi, aku mau keluar,” ujar Sulli yang hendak menangis lagi, matanya mulai panas. Melihat wajah Kai membuat Sulli ingin sekali menumpahkan air matanya lagi.

Tiba-tiba Kai memeluknya erat-erat. Hingga tongkat pel yang Sulli pegang terjatuh. Dan bersamaan dengan itu tangis Sulli pecah di bahu bidang Kai. Ia balas memeluk namja itu dengan erat. Ia tidak tahu betapa ia sangat merindukan pelukkan ini, wangi parfum ini, dan segala-galanya tentang Kai.

“maaf…” bisik Kai. Ia merasakan Sulli terisak hebat di bahunya. Secara otomatis Kai mengeratkan pelukannya, berharap Sulli akan berhenti menangis. “maaf… kembalilah padaku… Jinri… kembalilah padaku… aku sangat mencintaimu… maafkan aku…”

Sulli tidak tahu apakah ia harus merasa senang atau sedih mendengar ini. ia merasa bersalah telah membuat Kai begitu sedih seperti ini. ia benar-benar menyesal dan merasa tidak pantas untuk kembali pada pemuda itu.

“aku… tidak pantas berada bersamamu…” isak Sulli. “aku tidak pantas menerima cintamu… Jongin…”

“kau pantas! Kau selalu pantas bersamaku, mendapatkan cintaku dan selalu berada disisiku kapanpun, Jinri… inilah caraku mencintaimu… hanya ini yang bisa kulakukan untuk membuktikan cintaku Jinri-ya… kuharap kau mengerti…” Kai menyentuh kedua pipi Sulli yang telah basah oleh air mata. “aku tidak bisa berhenti memikirkanmu Jinri-ya… berpisah denganmu rasanya hidupku sangat kosong… kembalilah padaku Jinri… lengkapi hidupku kembali…”

“setelah aku menyakitimu seperti itu kau masih memintaku kembali padamu?” Sulli kembali terisak. “Jongin, aku sama sekali tidak pantas menjadi kekasihmu… aku ini hanya seorang gadis bodoh, pengkhianat dan…”

“kau tidak bodoh dan kau bukan pengkhianat,” Kai menggelengkan kepalanya dan kembali menghapus air mata Sulli lagi. “kita tidak perlu membahas hal itu lagi, biarkan itu berlalu, kembalilah padaku dan kita sambung lagi hubungan kita dengan kebahagiaan, kau mau?”

Sulli perlahan tersenyum dan mengangguk. “ne… ne… Jongin… maafkan aku… aku sangat mencintaimu… amat sangat mencintaimu… maafkan semua perbuatan bodohku selama ini…”

“aku lebih mencintaimu Jinri-ya… aku lebih mencintaimu…” Kai tersenyum lega. “jangan bicara lagi, biarkan aku memelukmu selama yang aku bisa…”

Keduanya berpelukkan erat. Sangat erat, perasaan aneh melingkupi hati keduanya. Rasanya hangat dan begitu melegakan. Perasaan apakah itu?

Perasaan itu adalah cinta dan kepercayaan.

-END-

hellaw readers 😀 ini dia fanfic Kai-Sulli ku yang pertama hwhw 😀 ga tau kenapa aku suka banget sama couple ini, abis mereka cute sih, sama2 bongsor, sama2 visual, sama2 94 line, satu sekolah pula >.< aku bakal banyak banget bikin fanfic tentang mereka ^^ jadi mongo dinikmati 😀 thankseu /bow/

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

14 thoughts on “My Careless Boyfriend [One-Shot]

  1. Huaaaa~ nyentuh banget.
    Walaupun bukan Kailli shipper, tapi ngga tau kenapa jadi kebawa arus T_T
    Daebak author !!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s