Finding True Love (Chapter 8)

made by me 8

Author: Dillajung

Genre: Romance/Adventure/Circle Love

Main Cast: Oh Sehun, Krystal Jung, Kai Kim, Choi Sulli, Park Chanyeol, Baek Suzy, Byun Baekhyun, Kang Jiyoung

Length: Multichapter

***

“maafkan aku…”

Suzy menengadahkan kepalanya dengan agak sedikit terkejut begitu ia mendapati Chanyeol berdiri tepat beberapa meter didepannya. Gadis itu buru-buru menghapus air matanya dan memasang ekspresi dingin meskipun matanya masih basah oleh air mata. Chanyeol perlahan berjalan mendekat kearahnya. Ia sendiri bingung dengan apa yang dilakukannya sekarang, tapi air mata Suzy entah kenapa telah membuatnya ingin berada didekat gadis itu.

“apa yang sedang kau lakukan disini? Apa kau mencuri dengar pembicaraanku dengan Baekhyun barusan?! Tidak sopan!” dengus Suzy dengan suara serak dan lirih. Sebisa mungkin ia mengeringkan air mata di pelupuk matanya yang mulai menggenang lagi,

“ya, aku mendengar pembicaraanmu dengannya,” jawab Chanyeol tenang seraya mengganggukan kepala. Ia memang namja yang jujur, Chanyeol tidak pernah berbohong meskipun kadang kejujurannya merugikan dirinya sendiri. “dan… aku juga mendengar bahwa… kau… masih mencintaiku… meskipun aku telah menyakiti hatimu,”

Wajah Suzy langsung memerah begitu ia mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Chanyeol barusan. Pemuda ini telah mendengar semua kata-kata itu, dan sekarang Suzy tidak mampu lagi bersikap marah pada Chanyeol. ia telah mendengar semuanya, semua kata-kata yang Suzy ucapkan tulus dari dalam hatinya. Chanyeol menyentuh dadanya sendiri, merasakan hatinya seperti bergetar kencang. Ia tidak pernah merasakan getaran apapun dalam hatinya, hidupnya terlalu datar dan membosankan, ia tidak pernah mengizinkan gadis manapun masuk kedalam zona hatinya. Tapi Suzy… gadis itu telah membuat dadanya bergemuruh hebat selama beberapa hari ini. wajah Chanyeol berubah merah.

“aku tidak pernah mengatakannya!” Suzy berkata dengan nada dingin lalu berjalan melewatinya. “mungkin kau hanya salah dengar Park Chanyeol! aku tidak menyukaimu… aku tidak mencintaimu!”

“benarkah? Meskipun aku mengatakan bahwa aku mencintaimu juga?”

Suzy tersentak kaget, suasana mendadak berubah menjadi begitu sunyi setelah Chanyeol mengatakan kalimat terakhirnya itu. Suzy tidak tahu bagaimana harus meresponnya. Apa yang pemuda ini pikirkan? Ia tidak mungkin jatuh cinta padanya. Chanyeol menarik nafas dalam-dalam. Ia tahu apa yang baru saja ia katakan. Ia masih menunggu respon dari Suzy. Semua yang ia bisa lakukan hanyalah berharap Suzy akan memaafkan semua kesalahannya. Chanyeol tahu ia telah bersikap sangat keterlaluan terhadap gadis itu.

“Suzy-ah… aku… aku juga mencintaimu…” Chanyeol mengulang kata-katanya dengan berani. Ia tatap Suzy penuh tekad dan serta rasa bersalah yang sangat dalam. “jujur saja… aku tidak pernah tau seperti apa rasanya jatuh cinta, karena itu aku selalu bersikap dingin terhadap semua gadis, kaulah gadis pernama yang menarik perhatianku, aku jatuh cinta padamu sejak lama tapi aku tidak berani mengakuinya karena aku takut salah menempatkan perasaanku, terlebih lagi kau adalah sepupu Sehun yang tak lain adalah teman baikku, karena itu aku bersikap dingin… maafkan aku…”

“kenapa kau berkata seperti itu? Bukankah kau bilang aku adalah gadis yang lemah? Dan kau tidak menyukai gadis lemah sepertiku bukan?” Suzy berbalik dan menatap Chanyeol tepat di manil mata.

“aku telah berbohong! Aku berbohong padamu, dan aku juga berbohong pada diriku sendiri,” Chanyeol menghela nafas pasrah. Ia tahu tak akan ada lagi kesempatan untuknya, ini adalah salahnya dari awal, dialah yang telah menyebabkan ini semua. “tidak apa-apa, aku tak akan memaksamu untuk memaafkanku, karena… memang ini semua salahku, tapi kau perlu tahu Baek Suzy… aku akan selalu mencintaimu, apapun yang terjadi, meskipun kau bersama pemuda lain suatu saat nanti aku akan terus mencintaimu dan aku bersumpah perasaan itu tidak akan pernah hilang sampai kapanpun,”

Chanyeol tersenyum. Sebuah senyum yang lembut dan terlihat penuh penyesalan dan kepasrahan yang tidak pernah Suzy lihat sebelumnya. Suzy tahu betapa besar rasa cintanya pada Chanyeol. haruskah ia memberi kesempatan kedua pada pemuda ini?

“tidurlah, ini sudah hampir tengah malam, kita harus pulang besok,” ujar Chanyeol dengan suara halus lalu perlahan pergi meninggalkannya.

“ya! Kemana kau pikir kau akan pergi, Park Chanyeol?!” tiba-tiba Suzy berteriak memanggilnya. Wajah gadis itu merona merah. “kalau kau sungguh-sungguh jadilah pria sejati!”

Chanyeol terdiam sesaat lalu kemudian seulas senyum merekah di bibirnya. Ia berlari kecil mendekati Suzy dan tanpa peringatan ia langsung mencium bibir Suzy penuh-penuh. Suzy membalas ciumannya dengan antusias sementara tubuh mereka sudah saling berpelukkan satu sama lain. Chanyeol menutup matanya rapat-rapat, tenggelam dalam permainan lembut antara kedua bibirnya dan Suzy. Ia tidak berani melihat ekspresi Suzy, yang ia inginkan hanyalah memeluknya, merasakan tubuh rapuhnya dalam pelukkannya, merasakan lembut dan manis bibirnya. Suzy pun melakukan hal yang sama, ia hanya ingin menikmati ciuman pertama dengan seorang pemuda yang telah lama dicintainya.

“kau pencium yang payah,” komentara Suzy sambil tergelak setelah mereka melepas ciuman.

“bohong! Kau sendiri menikmatinya bukan?” Chanyeol terkekeh lembut dan tanpa banyak bicara lagi ia menarik Suzy dalam pelukannya. Suzy sedikit terkejut dan bergerak sedikit untuk menenangkan detak jantungnya yang terus berdentum hebat. “jangan bergerak… biarkan aku memelukmu selama yang aku bisa,”

Suzy terdiam lalu perlahan senyumnya mengembang lebar. Ia meletakkan kepalanya ke dada Chanyeol yang hangat. Dalam diam ia pun menikmati kehangatan yang terpancar dari tubuh tegap Chanyeol.

“finally i found you…” bisik Suzy pelan hingga hanya Chanyeol yang bisa mendengarnya. “my true love…”

***

“sudah selesai?” Kai menyetuh kepala Sulli dan membelai lembut rambut gadis itu. Sulli masih menyembunyikkan wajahnya yang sudah basah oleh air mata di dada bidang Kai, keduanya duduk seraya bersandar dibawah pohon besar selama hampir satu setengah jam. Sulli masih menangis, air matanya tidak berhenti mengalir, hatinya seperti ditusuk-tusuk, sakit sekali rasanya. Gadis itu memeluk Kai semakin erat berusaha meredam tangisnya. Kai menghela nafas penuh pengertian lalu balas memeluknya. “kau tidak ingin mengetahuinya?”

“mengetahui apa?” Sulli bertanya dengan agak tersendat. Ia menolak menatap Kai yang sedang tersenyum penuh arti padanya.

“gadis yang telah salah ku cintai,”

Sulli segera mengangkat kepalanya, ekspresinya kentara sekali ingin tahu. Sudah lama ia ingin mengetahui siapa gadis beruntung yang dicintai Kai sepenuh hatinya. Kai terkekeh pelan, mudah sekali membuat Sulli berhenti menangis. Cukup dengan membuatnya penasaran dan semuanya bisa menghentikan air matanya.

“aku ingin tahu,” kata Sulli tegas.

“aku akan memberitahumu jika tidak ada lagi air matamu yang kembali terjatuh, paham?”

Sulli mengangguk lalu buru-buru menghapus air matanya. Kai terkekeh lagi, gadis ini sungguh menggemaskan.

“kau terlihat lebih cantik sekarang,” puji Kai begitu ia melihat tidak ada lagi butiran bening yg tersisa dimata Sulli. Gadis cantik itu terkikik pelan lalu menatap Kai dalam-dalam. Ia butuh penjelasan  itu sekarang. Kai telah berjanji padanya untuk menceritakan segalanya begitu mereka sampai di puncak gunung.

“cepat! Beritahu aku!” rengek Sulli.

Kai menghela nafas. “gadis yang sudah lama kucintai adalah…” Kai terdiam sesaat sementara matanya yang teduh terus memandangi Sulli dalam-dalam. Sulli bisa merasakan dadanya bergemuruh hebat saat Kai menatapnya seperti itu. “kau…”

Sulli terdiam. Matanya terus berkedip-kedip tidak percaya. Ia sama sekali tidak mempercayai kata-kata Kai barusan. Gadis yang dicintai oleh pemuda itu adalah dirinya? Sulli tidak mampu berkata-kata untuk beberapa saat. Kai telah jatuh cinta padanya? Dan pemuda itu merahasiakannya selama ini? tiba-tiba Sulli merasa sangat menyesal. Selama ini ia terus berusaha menarik perhatian Sehun, terus mendekati Sehun dan segalanya. Dan semua itu ia lakukan di depan Kai.

“aku jatuh cinta padamu, tidak tahu sejak kapan… aku suka sifatmu yang atraktif,  aku suka cara berbicara dan sorakkanmu yang riang, sangat lucu… aku sering bertemu dengan gadis-gadis lucu, cantik dan manis tapi tidak ada satupun dari mereka yang menggemaskan sepertimu, tapi ternyata kau jatuh cinta pada Sehun, aku… tidak tahu harus berkata apa saat itu, aku tahu Sehun lebih baik daripada aku… jadi lebih baik aku menyerah dan mencintaimu dari jauh saja, itu sudah lebih dari cukup untukku… Sulli-ah…”

“aku…” Sulli tergagap. Ia menggigit bibir bawahnya sedih. Ia benar-benar sangat menyesal telah menyakiti perasaan Kai selama ini. “aku sama sekali tidak pernah tau kau jatuh cinta padaku… Kim Jongin… mengapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?”

“aku tidak bisa mengatakannya padamu, kau tahu kenapa?” Kai tersenyum pahit. “aku pernah mendengarmu berkata pada teman-temanmu bahwa kau membenci playboy sepertiku, kau bilang aku suka mempermainkan hati gadis-gadis dan kau benci sekali tipe pemuda seperti itu bukan?”

Sulli merasakan air matanya akan kembali jatuh lagi. Memang benar ia pernah mengatakan itu pada Krystal, Suzy dan Jiyoung namun ia sama sekali tidak menyangka Kai akan mendengarnya juga.

“Kai… maaf… maafkan aku,” bisik Sulli tertahan.

“tidak usah minta maaf ini bukan salahmu, Sulli-ah… ini salahku,” Kai tersenyum lagi. “aku mungkin memang playboy tapi aku tak akan memaksa seorang gadis untuk membalas cintaku, kau tidak perlu minta maaf…” Kai mengangkat tangannya perlahan untuk menyentuh kepala Sulli namun tangan itu berhenti di udara tiba-tiba. Ia tersenyum lembut lalu kemudian menurunkan tangannya pelan-pelan. Ia merasa tidak pantas menyentuh Sulli setelah semua rahasia yang telah ia pendam rapat-rapat itu terkuak. Tapi Sulli segera menarik tangan Kai dan meletakkannya diatas kepalanya.

“ada apa? kau telah mendengar semuanya bukan?” Kai tertawa.

Sulli tersenyum lalu menggerak-gerakkan tangan Kai diatas kepalanya. Kai hanya tersenyum geli melihat tingkah Sulli yang seperti anak kecil itu.

“jadi… apa maksud dari ini semua?” tanya Kai lembut.

Sulli merangkak pelan kearah Kai lalu memeluk lehernya erat-erat. Wajah mereka hanya berjarak 5cm, mata mereka saling bertatapan penuh cinta. Kai meraih pinggang Sulli, memeluknya erat-erat. Bibir mereka menyunggingkan senyum dan perlahan kedua bibir itupun bersentuhan lembut. Kedua pasang mata itu terpejam menikmati kelembutan yang tercipta dari kedua bibir mereka yang saling berpaut lembut.

“takdirku adalah bersamamu…” bisik Sulli begitu ia melepaskan ciumannya lebih dulu. “dan itu jelas sekarang, tuhan melihat kita dan ia mendengar kata-kataku barusan…”

“jadi teori ku benar?” Kai terkekeh pelan dan bibir mereka saling berpaut lagi.

Sulli melepaskan ciumannya lagi seraya mengangguk bahagia. Ia menyentuh pipi Kai dan keduanya saling memejamkan mata.

“finally i found you…” bisik Sulli pelan. “my true love…”

***

Sehun masih duduk di tepi tebing dengan ditemani segelas kopi susu yang sekarang sudah tinggal setengah. Ia merasa sangat bersalah sekarang, ia telah menolak Sulli sejam yang lalu dan seumur hidupnya ia tidak pernah menolak gadis manapun, dia tidak bermaksud untuk bersikap kasar dengan menolak gadis yang sudah lama mencintainya. Ia bisa saja langsung menerima Sulli menjadi kekasihnya dengan mudah, tapi ia tahu ia tidak akan bisa melakukan itu. Sehun mempunyai 2 alasan yang cukup kuat untuk menolak Sulli. Pertama, ia tidak mencintai gadis itu dan kedua, satu-satunya gadis yang tulus ia cintai hanyalah Krystal. Meskipun gadis itu telah menolaknya Sehun sama sekali tidak akan pernah berpaling. Ia hanya mencintai Krystal. Hanya Krystal seorang.

“ini memang salahku…” gumam Sehun pada dirinya sendiri. “andai saja aku bisa memutar balik waktu aku akan menyadarinya lebih cepat bahwa aku sungguh sangat mencintainya dari dulu,”

Sehun menghela nafas pahit lalu meminum kopi susunya lagi.

“bisakah aku… mendapatkan kesempatan kedua?”

Sehun tersentak kaget dan ia hampir saja tersedak kopi susunya. Ia menoleh dan mendapati Krystal sedang berdiri dibelakangnya dengan ekspresi ragu, gadis itu menggigit bibir bawahnya malu. Wajah gadis itu memerah. Sehun sama sekali tidak menyangka Krystal akan memintanya untuk memberinya kesempatan kedua. Tentu saja kesempatan itu selalu ada. Sehun akan dengan senang hati memberinya.

“a…apa?” Sehun tergagap.

“aku… aku ingin menarik kata-kataku yang lalu, Sehun-ah… aku tahu aku ini gadis paling bodoh, aku menolakmu tanpa memikirkan perasaanmu lebih dulu, aku sangat egois,” Krystal duduk disamping Sehun berusaha sebisa mungkin menahan perasaan bersalahnya.

“aku lah yang lebih egois darimu Krystal,” Sehun tersenyum penuh penyesalan. “kau sudah lama mencintaiku dan aku sama sekali tidak pernah menyadarinya, sebut aku pemuda bodoh karena tidak pernah mempedulikanmu, dan sebut aku aneh karena ternyata aku sangat membutuhkan seorang gadis disampingku,”

“Sehun… aku sangat mencintaimu…” akhirnya Krystal pun mengatakannya. Kata-kata yang selama ini ingin disampaikannya pada Sehun, kata-kata yang telah ditahannya mati-matian dalam waktu yg cukup lama demi untuk menjaga perasaan Sulli. Air matanya pun mengalir deras. Mendengar suara ringan Sehun serta kata-katanya yang dalam membuatnya menjadi amat sangat menyesal dengan penolakkan yang telah ia lakukan. “maaf… maaf karena aku telah manjadi gadis paling jahat sedunia, aku menolakmu dan membuang perasaan cintaku padamu sendiri tanpa peduli pada perasaanmu, aku pasti telah menyakiti hatimu bukan? Maafkan aku…”

“tidak perlu minta maaf Krystal Jung, aku tahu kau melakukan ini untuk melindungi perasaan Sulli, kau sungguh teman yang baik, kau mengorbankan perasaanmu sendiri untuk menjaga perasaan temanmu itu sangat luar biasa,”  Sehun mengangjat dagu Krystal dan menghapus air mata yang terus membasahi kedua pipi gadis itu. “mengapa kau menangis? Ini bukan salahmu…”

“karena aku merasa sangat bersalah padamu, aku sangat jahat…” isak Krystal. “adakah sesuatu yg bisa kulakukan agar kau memaafkan aku? Sehun-ah?”

“tentu saja ada,” jawab Sehun lembut.

“apa itu?”

“jadilah milikku, sekarang dan selamanya… Krystal Jung,” kata Sehun tegas seraya menatap mata Krystal dalam-dalam. “bisa?”

“aku bisa!” jawab Krystal tegas. “aku bisa, aku akan… aku akan menjadi milikmu… sekarang… dan selamanya…”

Sehun terkekeh lalu kemudian memajukan tubuhnya kearah Krystal dan langsung menempelkan bibirnya ke bibir Krystal. Keduanya berciuman penuh cinta dan kelembutan, mereka sama sekali tidak merasakan angin yang menyapu wajah keduanya, mereka juga tidak merasakan udara dingin gunung malam itu, yang mereka rasakan hanyalah kehangatan yang terpancar dari tubuh masing-masing. Sehun meraih pinggang Krystal dan Krystal mengalungkan lengannya pada leher Sehun, saling memautkan bibir dengan lembut dan berirama.

Keduany saling melepaskan ciuman, dahi mereka bersentuhan, kedua pasang mata itu terpejam. Krystal menarik nafas dalam-dalam lalu terkekeh pelan, Sehun terus memejamkan matanya lalu tersenyum. Perasaan mereka campur aduk, dan kalau ada kata diatas bahagia, itulah yang mereka rasakan sekarang ini.

“finally i found you…” bisik Krystal perlahan. “my true love…”

***

Baekhyun duduk di sebuah batu besar yg cukup jauh dari perkemahan, ia masih memikirkan penolakkan yang dilakukan Suzy padanya. Ia tahu ia tidak akan pernah bisa mendapatkan Suzy tapi setidaknya sekarang Suzy sudah mengetahui perasaannya. Penolakkan malam ini adalah momen paling menyakitkan untuknya, Baekhyun benar-benar menyesal telah menyimpan perasaannya selama itu tanpa berani sedikitpun menyatakannya pada Suzy dari awal. Tapi ia juga lega karena Chanyeol mungkin adalah pemuda yang terbaik untuk gadis yg dicintainya itu.

“Baekhyun-ah,” Jiyoung muncul dari balik pohon. Telinganya terpasanga seutas head-set. Ekspresinya terlihat bingung sekaligus khawatir. “yang lain sedang mencarimu kemana-kemana, apa yang kau lakukan disini?”

“duduk dan berpikir,” Baekhyun tersenyum.

Jiyoung terdiam sesaat, matanya terus mengamati wajah sedih dan kecewa Baekhyun, ia tahu Baekhyun baru saja ditolak oleh Suzy, namun ia sama sekali tidak menyangka bahwa pemuda itu begitu mencintai Suzy hingga ia harus menyendiri seperti ini.

“hanya bercanda,” Baekhyun tertawa geli begitu ia melihat Jiyoung terlihat agak bingung mendengar jawabannya. “aku ingin sendirian sebentar Jiyoung-ah, bilang pada mereka aku akan segera kembali.”

Tapi Jiyoung tidak bergeming, ia malah berjalan mendekati Baekhyun lalu mengambil tempat disisinya. Untuk beberapa saat tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut keduanya, Jiyoung paham bahwa Baekhyun membutuhkan waktu untuk menyembuhkan luka hatinya. Malam ini pastilah malam terberatnya.

“apakah kau tahu… bagaimana cara menyembuhkan luka didalam hati… dengan cepat?” tanya Baekhyun seraya menatap pepohonan didepan mereka dengan mata menerawang.

“aku…” Jiyoung menggigit bibir bawahnya gugup. “aku selalu menggunakan musik…”

“musik?”

Jiyoung menganggukkan kepalanya, ia melepas salah satu head-set nya dan memberikannya ke Baekhyun.

“ayo kita dengarkan bersama-sama,” Jiyoung tersenyum manis. Baekhyun tertegun sesaat, Jiyoung memang manis, wajahnya tidak pernah bosan untuk dilihat. Baekhyun tersenyum tipis lalu memasang head set itu ke telinganya.

Mereka mendengarkan musik bersama-sama, dan setelah beberapa menit keduanya saling pandang.

“Unbelievable? Craig David?” Baekhyun tersenyum. “waktu di kereta kau juga mendengarkan lagu ini bukan? Sepertinya kau sangat menyukai lagu ini ya?”

“ini lagu favoritku saat aku jatuh cinta pada seorang pemuda,” kata Jiyoung lembut. “aku selalu mendengarkan lagu ini karena lagu ini lah yang bisa menggambarkan perasaanku saat itu sampai sekarang,”

“benarkah? Mengapa kau tidak memberitahu nya?”

“tidak bisa,” kata Jiyoung sambil tertawa pelan. “ia menyukai gadis lain, aku tidak mungkin menyatakan perasaanku padanya disaat ia sedang menyukai orang lain bukan?”

“wah sama denganku… aku juga merasakan apa yang kau rasakan sekarang… dan itu sangat tidak enak,”

“tapi masalahnya adalah… ini pertama kalinya aku jatuh cinta, oleh karena itu aku tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki hatiku yang sudah hancur… tapi… ternyata dengan musik perlahan luka itu mulai membaik, dan di lubuk hatiku yang paling dalam… ada sedikit harapan pemuda itu akan berubah pikiran dan datang padaku… karena aku masih setia menunggunya…”

“kau sungguh gadis yang selalu berpikiran positif,” Baekhyun tertawa lagi, “kalau aku boleh tahu siapakah pemuda itu Jiyoung-ah?”

“ini akan menjadi sangat canggung jika aku memberitahumu,” kata Jiyoung seraya menunduk malu. Ia benar-benar tidak siap memberitahu Baekhyun bahwa pemuda yg ia cintai adalah dirinya.

“jangan khawatir, aku tidak akan menertawaimu,” Baekhyun menepuk-nepuk kepala jiyoung.

“pemuda itu adalah…” Jiyoung memberanikan diri menatap mata Baekhyun. “kau… Baekhyun-ah…”

Untuk beberapa saat Baekhyun sama sekali tidak tahu harus berkata apa. ia bahkan tidak mampu bernafas karena jawaban ini sungguh sangat mengejutkan dan sangat diluar dugaan. Ia sama sekali tidak menyangka Jiyoung telah jatuh cinta padanya, memendamnya hingga ke dasar hati dan sama sekali tidak berani mengatakannya. Dan Baekhyun dengan santainya menggodanya dengan membawa nama Chanyeol. Mendadak Baekhyun merasa amat sangat bersalah. Selama ini ia telah menyakiti hati Jiyoung dengan tingkahnya yang selalu mengharapkan Suzy dan menggoda Jiyoung dengan Chanyeol.

“aku tahu ini sangat memalukan, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya Baekhyun-ah,” bisik Jiyoung dengan ekspresi pasrah. “aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak ingin mengatakannya padamu, karena aku tahu kau mencintai Suzy, aku tidak ingin mengganggu pikiranmu dengan perasaanku ini oleh karena itu lebih baik aku menutup mulut dan perasaanku didepanmu dan hanya mencintaimu dari jauh… maafkan aku Baekhyun… tidak seharusnya aku mengatakan ini semua…”

Jiyoung berdiri dan bersiap untuk pergi tapi Baekhyun dengan cepat meraih pergelangan tangannya.

“tidak, jangan pergi…” cegah Baekhyun. Ia menarik Jiyoung untuk kembali duduk disisinya. Gadis itu menolak untuk menatap Baekhyun, wajahnya merah padam.  “akulah yang jahat selama ini, aku yang seharusnya minta maaf padamu, aku telah melukai perasaanmu, aku tidak pernah menyadari keberadaanmu… aku benar-benar minta maaf…”

“tidak apa-apa Baekhyun-ah… jangan terlalu dipikirkan, ini semua bukan salahmu…” kata Jiyoung lembut seraya menyentuh bahu Baekhyun. “kau tidak perlu merasa bersalah, aku sangat mencintaimu dan aku sama sekali tidak keberatan jika hanya bisa mencintaimu dari jauh Baekhyun-ah,”

“hatiku baru saja hancur barusan…” ucap Baekhyun dengan nada bergetar. Ia menggenggam tangan Jiyoung erat-erat. Keduanya saling bertatapan. “bisakah… bisakah kau memperbaikinya? Aku sama sekali tidak membutuhkan musik untuk memperbaikinya… aku hanya membutuhkanmu… sekarang… karena memang… hanya kau yang bisa melakukannya…”

“apa… apa maksudmu?” tanya Jiyoung gugup.

“bisakah kita memulai? Bisakah kau mencintaiku secara nyata, secara dekat?” Baekhyun tersenyum lembut. “aku sudah tahu bahwa takdirku bukanlah bersama Suzy… semenjak kita tersesat bersama tuhan telah memberitahuku bahwa kaulah gadis yang ia kirim untuk terus berada disisiku… kita memang telah ditakdirkan bersama Jiyoung-ah… bisakah kita memulainya?”

Jiyoung menggigit bibir bawahnya menahan tangis. Hatinya serasa akan meledak begitu ia mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Baekhyun. Kata-kata itu begitu nyata dan hangat. Jiyoung sama sekali tidak tahu bagaimana menggambarkan rasa bahagia yang membuncah didadanya.

“ya… kita bisa memulainya Baekhyun-ah… kita pasti bisa memulainya…” jawab Jiyoung seraya mengangguk bahagia.

Baekhyun tersenyum lalu kemudian mencium lembut bibir Jiyoung selama beberapa detik. Gadis itu terlihat agak canggung dan malu namun itu sama sekali tidak menyamarkan rasa bahagianya. Baekhyun yakin Jiyoung memang gadis yang tepat untuknya. Hatinya menghangat begitu ia melihat Jiyoung tersenyum berseri-seri disampingnya. Tangan mereka masih saling menggenggam satu sama lain.

“apakah ini bisa kita katakan sebagai… takdir?” tanya Baekhyun seraya mengecup pelan dahi Jiyoung.

Jiyoung tersenyum lalu menyentuh pipi Baekhyun seraya mengangguk.

“finally i found you…” bisiknya lembut. “my true love…”

***

“ayo kita turun gunung,” kata Sehun seraya mengamati jalanan menurun dari puncak gunung tempat mereka berdiri sekarang. “ini adalah aktifitas favorit kami selain mendaki,”

“benar,” Chanyeol, Kai dan Baekhyun mengangguk

“kenapa begitu?” tanya gadis-gadis dengan nada bingung.

“karena rasanya tidak semelelahkan saat kita mendakinya,” kata Kai seraya melemparkan senyum hangat pada Sulli yang telah memeluk lengannya erat-erat.

“apakah kalian semua sudah siap?” tanya Sehun begitu ia melihat para gadis telah berkumpul ditengah-tengah.

Chanyeol menganggukkan kepalanya, ia terlihat sangat canggung sementara Suzy dengan riang memeluk lengannya erat-erat sambil tersenyum berseri-seri.

“kapanpun kami siap Sehun-ah,” jawab Baekhyun sambil menggandeng Jiyoung.

“bagus,” Sehun meraih tangan Krystal dan tersenyum lembut. “baiklah! Ayo kita turun!”

-THE END-

Oke! Ini adalah chapter terakhir dari finding true love ^^ makasih readers yang udah setia baca fanfic aku ^^ kritik dan sarannya udah aku tampung dan mudah2an FF berikutnya bisa lebih baik lagi daripada yang ini ^^ sekali lagi ghamsahamnida atas komen2nya selama ini ^^ *deep bow*

Advertisements

8 thoughts on “Finding True Love (Chapter 8)

  1. aku langsung comment disini ya thor…
    aaah, suka suka suka. manis banget ceritanya. love storynya juga rumit, keren deh bacanya.
    suka banget sama baekhyun jing. ^^
    semangat nulis ya thor…

  2. Aku baru nemu hehe, jadi aku langsung komen di sini ya thor 😀
    ffnya keren banget thor! Aku suka, sampe senyum senyum gaje sendiri xD apalagi ada SeStal ❤

  3. Maaf ya author, gak komen dari awal, baru dapt nih FF, bacanya ngebut lagi . . . .
    Komennya diringkas disini aja ya . . . .
    Jeongmal daebbak . . . many stories in one tittle, it’s rally nice. And, I like that couples.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s